Selasa, 30 Juni 2015

Is it failed?

Nyahahahaha
This is the last day dari #nulisrandom2015
Tapiiiiiiii
I feel failed.
Hahahahah
Cuma ikutan di seminggu awal lalu hening.
Gegara bolos sehari jadi keterusan daaaaaan males buat ngeshare.
Udah di draf tinggal di publish nunggu ada wifi gratisan. Nyahahah
Selamat buat yg full #nulisrandom2015 selama 1 bulan tanpa bolong.
Semoga yg bolong-bolong kaya yg nulis ini masih diberi kesempatan untuk ikutan lagi diacara kedepannya dan diberi kekuatan untuk terus menulis.
Halah :D
Sooooo karna ini #nulisrandom2015, gapapa kan ya kalo ini beneran random?
#30 #nulisrandom2015

Selasa, 09 Juni 2015

#9 dibalik tilawah

Mueeeeh
Judul tulisan kali ini terkesan 'radikal'. Seremserem bahagia. Eh
Yaks, ada apa dengan tilawah?
Sebelumnya, tilawah itu apa sih?
...
Yuhuuu
Tilawah itu mengaji alQuran, membaca AlQuran.
Alquran itu satu paketan bahagia deh.
Kenapa?
Sehari ga tilawah itu rasanya hampa.
jiwajiwa nestapa dalam raga tak berdaya.
Halah.


kalau diliat sekilas, tilawah bukan hal yang wajib. Tapi udah kaya kebutuhan. Ya karna alesan di atas tadi.
Masalahnya............
Tilawah berpengaruh besar sama akhlak.
Hayoloh.
Gatau sih gimana jelasin secara ilmiahnya, tapi faktanya udah dirasain sendiri. ups
Iya beneran.
Gegara lagi males tilawah, akhlaknya jadi berantakan. jadi makin ngeselin dan ngebetein. Bahahahah
Maafin adek ya temantemans :3

Kalau mau sosoan tau, mungkin gini deh...
Tilawah, membuat kita mengingat Allah
Tilawah, membuat jiwa menjadi tenang
Ga tilawah?? Ga inget Allah dan jadi gelisah.
Naaaaahhh. Ini deh yang ngebuat akhlak jadi ga bener, sepertinya.....
Ga tilawah bukan berarti benerbener lepas dari AlQuran, yaaaa.
Ga tilawah yg dimasudin di sini, tetep ngaji tapi ya ngaji aja. ga diresapi, gapake feel, ah, ga berasa dampak tilawahnya deh.

Yaaaa seperti biasa, belum tau kemana tulisan ini kan beralamat.
Intinyaaaaaa, kalau mau akhlaknya baik (jadi anak manis baik hati dan ga ngeselin) banyakin tilawah deh, jangan ketinggalan juga jiwanya buat ikutan tilawah.
Afwan minkum, wassalaamu'alaikum warahmatullaaah 😄😄😄

Senin, 08 Juni 2015

Ngayal

3 remaja putri lagi asik streaming MV Korea di kafe free wifi. Kebetulan hari hujan dan kafe hanya diisi mereka bertiga.
"Eh, liat deh cowo gue ganteng banget"
"Gileeee gue melted, oppaaa"
"Ini Oppa gue. Lo ambil yang ini aja nih", sambil nujuk layar ipad.
Rina cuma diem ngeliatin temennya yang lagi rebutan cowo-cowo cantik khayalan.
"Liat pacar gue, cute bangeeeet", Desi nunjukin ke arah Tina.
"Ih, oppa guee" "gueee" "Gueee"
"Apasih lo pada. ngerebutin yang ga pasti. Sadar men. 2015. Jangan ngayal mulu.
tuh makan waffle lo. Nyata."
Mereka terdiam dan kafe kembali hening



#D8
#NulisRandom2015
#FFKasihTakSampai

Sabtu, 06 Juni 2015

#6 Barakallaahulaka



06062015
This is your day, kak.
Barakallaahulaka wa baraka alaika wa jama'a bainaka fii khair.
Semoga sakinah wamaddah warrahmah.
Jadi istri dan ibu yang sholehah.
Semoga entar dikasih anak yg soleh dan solehah juga.
Semoga pernikahan kakak diberkahi Allah
Ah, happy wedding day, kak.
finalllllllyyyyyy!!!!
loveyaaaa! 😘😘😘

Jumat, 05 Juni 2015

#5 Tak Berarti

....
Hampa
Kosong
Tak berisi
Tak berarti

....
Padat
Penuh
Beris
Tak berati

....
Pencitraan
Penciptaan
Penggambaran
Tak berarti

....
Bukan soal hati
Bukan soal mimpi
Bukan soal nanti
Tak berarti

....
Masalah hati
Masalah mimpi
Masalah nanti
Tak berarti

....
Bergerak
berjiwa tanpa nyawa
Hidup tapi mati
Tak berarti


Kamis, 04 Juni 2015

#4 beneran random

#4 #NulisRandom2015
     yaks, kali ini benerbener random. Gatau mau nulis apaan. Cuma hari ini habis liqoan bareng temen kampus di mesjid kampus juga. Materi kali ini isinya tentang akhlak.
     Akhlak ituuuu apapun yg terjadi, terucap, ataupun terlaksana tanpa dipikirin sebelumnya. Bisa dibilang sesuatu yg refleks. Ga pake mikir.
     Dalam akhlak sendiri, ada yg baik dan ada yg buruk. Misalnya nih, tiap jumpa orang tanpa sadar biasanya ngapain? Senyum? Sapa? Salam? Apa songong? Sengak? Sombong? Muehehehe 
     Akhlak ini bisa dibilang cerminan iman kita. Karnaaaaa imanlah yg menggerakkan kita. semakin baik iman kita, semakin baik pula akhlak kita. Akhlak apapun, pada siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Namanya juga akhlak. Hahak
     Akhlak ini ternyata ga cuma sama manusia doang. Ada sama Allah, Rasul, sama makhluk Allah, manusia, suami, dan guru kita. Jadi pada siapapun kita harus punya akhlak. Terlebih sesama manusia. Siapapun deh, guru, temen, orangtua, adik, bahkan sama orang-orang yg kita temuin di jalan. Kita kudu punya akhlak.


    Yops, intinyaaaaaa. Kita harus menjaga akhlak kita untuk tetap baik. sok baik gapapa deh daripada sok jahat. Caranya? Perbaiki dulu iman kita, insyaAllah kalau yg di input itu sesuatu yang baik, outpunnya juga berupa kebaikan. Termasuk saya sendiri yang kadang 
...... begitudeh. Muehehehe
Afwan minkum, wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh 😉

Rabu, 03 Juni 2015

Happy Birthday!

#day3
#NulisRandom2015

3 juni 2015
Hari ini Ultahnya temen deket banget jaman SMP bahkan sampe SMA. Sampe-sampe, ibu aja suka nanyain ini anak ketimbang nanyain anaknya. Bahkan pas udah kuliah gini _-_ Namanya Risa Junianty Handoko tapi panggilannya Ame. Udah, gausah ditanya kenapa panggilannya itu, terima aja. Nyahhahaha
Tadinya wanna say something by phone tapi ga ketemu nomer Hpnya. Linenya ga aktif dan males via bbm. Lalu berubah ide buat bikin video gaje tapi keburu ga sempet karna harus buat tugas yang bener-bener menyita waktu. Lalu berfikir lagi, yaudadeh maleman aja foto pake kertas tulisan HAPPY BIRTHDAY kaya orang kebanyakan. Dan tadaaaaaaa ga sempet juga. Halah alesan -,- ujung-ujungnya nelpon dari bbm tapi ga diangkat HIKS.
Soooooo……. Part pertama dari #NulisRandom2015 kali ini adalah HAPPY BIRTHDAY, AME. ALL DA BEST FOYA. BARAKALLAAHUFIIUMRIK. SEMOGA SUKSES DUNYA WAL AKHIRAH. LOVEYAA, BABE! MUAH! Hahahha maafkan keterlambatan ini, maafkan kegajean ini, dan maafkanlah atas apa yang terjadi hari ini. I’mjustmissingyou.

Selasa, 02 Juni 2015

Waktu? Makhluk apa ini?


Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal shaleh serta saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. (QS Al Ashr)

Yaks! Seperti judul di atas. Waktu? Makhluk apa ini.
Aku yakin dan percaya, tak ada seorangpun yang mampu menggambarkan apa itu waktu. Kenapa keberadannya sangat menentukan? Mari kita ulik bersama.

     Semua dari kita mendapat jatah waktu yang sama dari Sang Cipta, bertotal 24 jam. Tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang. Baik si kaya maupun si miskin. Si rajin maupun si malas. Siapapun. Semuanya secara adil mendapatkan jatah 24 jam. Lalu, kenapa ada yang merasa waktunya kurang? Di sisi lain ada yang berfoya-foya atas waktu yang dianggapnya berlebih tadi. Ini soal koordinasi, pengaturan, dan pemanfaatan. Kalam illahi di atas sudah sangat jelas. Merugilah kita, kita yang tak beriman dan tak mengerjakan amal soleh juga mengingatkan atas kebaikan dan kesabaran. Merugilah kita yang tidak bisa memanfaatkan waktu yang kita miliki.
     Sudah pernah denger kan, ya? Orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Orang yang rugi adalah orang yang hari ininya sama dengan hari kemarin. Dan celakalah, mereka yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Na’udzubillaah.
     Memang sih, udah kodratnya bahwa iman itu selalu mengalami fluktuasi. Tapi disinilah akal kita harus bekerja aktif. Jangan sampai kita merugi apalagi celaka atas yang kita lakukan hari ini. Kalaupun terpaksa, baiklah kita merugi daripada celaka. Tapi tetep aja kalau untung itu yang paling nyenengin, ngebahagiain, titik.
     Dari 24 jam yang kita miliki tadi, kita harus bisa sebegimana mungkin untuk tetap adil. Bagilah waktu yang kita miliki sesuai porsinya, kebutuhannya, keperluannya. Jangan biarkan waktumu tebuang sia-sia walau sedetik. Karna apa? Karna tidak ada tabungan waktu luang yang berbunga iphone6. Yang ada ia akan mengganggu hidupmu. Terus mengejarmu bahkan sampai di alam mimpi.
     Aku tak ingin mengajari cara membagi waktu itu. Tak ingin membagikan tips memporsikan waktu yang baik. Karna  ini juga masih dalam proses menuju ke situ. Yang kali ini hanya ingin membahas, siapa sih waktu? Kadang manusia termasuk aku suka lalai akan waktu. Sekan-akan aku akan diberi waktu tambahan untuk bertaubat. Kadang juga suka mengisi waktu dengan hal yang tidak bermanfaat dengan alibi kebahagiaan. Lagi-lagi waktu ini menjadi masalah yang krusial dan belum bisa dipecahkan.
     Sebenernya aku juga tidak tau apa itu waktu, siapa dia, bagaimana silsilah keluarganya. Maklum, ia tak bisa kutanya dengan gamblang. Aku hanya tau bahwa dia ikut hidup bersamaku. Ia perlahan berkurang seiring bertambahnya kegiatan yang aku lakukan selagi aku bernapas. Ia paling setia menemani kala apapun dimanapun dan bagaimanapun kondisinya. Ia akan bena-benar pergi saat aku dipanggil sang pencipta nanti.
     Sesekali kita khilaf. Mengutuk waktu yang terus berlari maju sedangkan kita masih diam di tempat. Mengkambing hitamkan waktu saat hal yang tak diinginkan terjadi. Dan sedikit sekali yang mensyukuri waktu itu saat kebahagiaan itu hadir. Kalaukan saja waktu itu dapat bicara, mungkin ia telah berkata sejak lama, “salahin adek, bang. Salahin aja adek terus. Adek selalu salah”. Ahahahaha
     Beginilah esensi waktu. Tiap detiknya bagai butiran berlian yang terkikis oleh deruan ombak. Masih saja kita menganggap waktu ini hanya selentingan. Padahal hidup abadi nanti akan bicara dengan waktu. Apa yang telah aku lakukan dengan waktuku yang singkat ini. Sudahkah aku bekerjasama dengannya untuk keabadianku nanti? Atau aku membiarkan waktu berjalan sendirian sedangkan kami hidup bersamaan.
     Lagi, tak ada seorangpun yang ingin rugi, termasuk aku. Sesekali aku berfikir dan berusaha. Apa yang bisa aku lakukan agar waktu itu menjadi sebuah keuntungan. Keuntungan yang double bonus, dunia dan akhirat. Tapi pada kenyataannya? Aku lebih sering rugi ketimbang untung. Kalau ini sebuah perusahaan yang lagi ngisi kajian SWOT, mungkin perusahaan ini sudah tak layak lagi. Untunglah, Sang Pemilik Maha Penyayang dan selalu memberi kesempatan agar aku tidak terus menerus merugi.
     Lalu, pertanyaan awal tadi belum terjawab. Hahaha maafin deh yaa. Sebenernya aku juga gatau apa jawabannya :” tapi kalau menurutku, waktu itu adalah makhluk invisible yang sering terabaikan tapi tak pernah mengabaikan. Dia yang terlupakan tapi tak pernah melupakan. Dia yang sering disalahkan tanpa pernah menyalahkan. Dia hanya diam dan terus berjalan hingga Pemilik memerintahkannya untuk pergi meninggalkan kita sendirian. Bertemanlah dengannya dan sayangilah Ia. 
     Waktumu adalah hidupmu. Gunakan ia sebaik-baik yang bisa dilakukan. Jangan biarkan sedetikpun terbuang tanpa kau tau apa manfaatnya. Jangan jadi yang merugi apalagi celaka. Balik modal aja ga cukup buat tabungan akhirat. Jangan sampai punya hutang pada Pemilik saat kita sudah diberhentikan. Mau minta apalagi? Tambahan waktu? Atau menyalahkan waktu? Makan eskrim aja deh biar bahagia. Eh itupun kalau masih punya waktu.



#day2
#NULISRANDOM2015

Senin, 01 Juni 2015

aku, cinta, dan dakwah.


Ada apa dengan aku?
Ada apa dengan cinta?
Ada apa dengan dakwah?
Ada apa dengan kami bertiga?

Hari ini apalagi hari yang telah terjadi, masih ada jarak yang memisahkan kami bertiga. Kami yang tak saling berkenalan apalagi bertegur sapa. Walaupun kami selalu berjumpa lewat apa-apa yang kadang kami berpura untuk tidak mengetahuinya. Kami yang seakan bermusuhan padahal bersaudara. Jangan tanyakan kenapa, aku juga tidak tahu pasti jawabannya.
Saat ini, aku mulai berkenalan dengan mereka berdua. Perkenalan alay ala abege-abege kebanyakan. Kesininya, kami mulai mencoba untuk mengeti satu sama lain. Mencoba membuat ukhuwah antara aku, cinta, dan dakwah. Seperti hakikatnya ukhuwah, butuh perjuangan, pengorbanan, pengertian, keikhlasan, dan segala macam jenis lainnya. 
Kami memulai persaudaraan ini dengan perlahan, hari per hari, hingga tumbuh ‘ukhuwah’ itu. Sampai di satu saat aku mulai dekat dengan dakwah. Dakwah yang tiap hari merasuki aku lewat kelembutannya, lewat kemuliaannya. Tak jarang aku mulai jenuh untuk terus bersama dakwah. Bosan itu mulai menggelayuti aku yang berusaha menjauh dari dakwah. Tapi hatiku terhenti saat aku menemukan janji dakwah yang dikirimkan oleh Penguasa dalam Surat Ibrahim ayat ke 6. Liriknya begitu mendebarkan jantung yang sudah lama tak berdetak. Janjinya pasti dan tak mungkin di ingkari. Letih dan jenuh itu mendadak sirna. Aku semakin ingin terus bersama dakwah, kapanpun-dimanapun.
Jantungku berdetak semakin cepat melebihi efek kafein (read: disko) setiap harinya. Kali ini cinta mulai muncul. Ia hadir setiap waktu dan membuat aku semakin menggila. Aku kini seperti pecandu, pecandu cinta dan dakwah. Candunya bisa-bisa membunuh aku yang tak tau berapa kadar dosis yang harus kutelan tiap harinya. Aku bahkan tidak bisa lepas dari cinta, tidak bisa lupa memikirkan dakwah. Walaupun sesekali aku berfikir tentang aku yang tidak ada apa-apanya dibanding mereka.
Jiwaku kini penuh, fikir dan hatikupun terisi oleh cinta dan dakwah yang rasanya telah mengalir bersama dalam aliran darah. Darah-darah yang haus dan selalu merindukan cinta dan dakwah untuk terus mengalir bersamanya. Melengkapi darah agar dapat aku gunakan untuk memenuhi kebutuhanku.
Sesekali aku jenuh. Cinta ini terlalu menggerogoti aku yang tidak kokoh. Ukhuwah ini mulai tercemar. Aku tanpa sadar merusak ukhuwah yang telah aku bangun bersama mereka hanya karna futur yang tak henti-hentinya membisiki aku tentang kebahagian semu yang begitu menggoda (dan aku berhasil tergoda). Aku mulai melupakan Penguasa yang sejatinya selalu mengawasi aku lewat pengawalnya yang tak pernah pergi meninggalkan aku sendirian. Tak peduli aku sendiri, berdua, bertiga, berempat, bersekian. Tak peduli aku tertawa, tersenyum, menangis, mengumpat, menghujat, bahkan melupakan bahwa ada pengawal di sampingku.
Ukhuwah ini mulai terasa berat. Meskipun para penasehat tak henti-hentinnya menamparku jika aku mulai letih bersama cinta dan dakwah. Aku mulai lupa akan surat penguasa yang kemarin menggetarkan jantungku. Aku lupa semua kisah bersama dakwah dan cinta yang mampu membuat aku tersenyum kala air mata mulai jatuh. Aku yang mendadak lupa akan perjalanan ukhuwah yang dengan perlahan aku coba bentuk. Bahkan, aku tergoda oleh futur yang baru saja muncul untuk menghancurkan ukhuwah yang terjalin ini. Ah, aku rapuh sekali.
Bodohnya, aku hampir lupa bahwa pengawal-pengawal ini terus mengawasi gerak-gerikku, tak luput sedetikpun utuk dilaporan pada Penguasa nanti. Aku lupa akan surat-surat penguasa yang biasanya menjadi peneduh, penenang, dan pedoman dalam aku menjalani hidup ini. Ia mulai memanggilku, mengajak aku untuk berpelukan dengan kasih penguasa. Aku bersyukur, sang Penguasa masih mau menerimaku. Masih mau merangkul aku yang sesekai khilaf melupakanNya.
Lagi-lagi, surat cinta penguasa ini mampu meracuniku, membius aku untuk terus bertahan dalam ukhuwah yang indah ini. Aku masih ingat janjiNya, jika aku melancarkan  visi misinya, maka Ia akan membantuku. Dan lagi, aku terbunuh oleh ukhuwah atas cinta dan dakwah. 


Dari aku.
Aku yang semakin rindu untuk terus berpegangan.
Merangkul dan berjalan bersama cinta dan dakwah.